CERPEN: Secangir Kopi untuk Jiwa yang Kedinginan
CERPEN: Secangir Kopi untuk Jiwa yang Kedinginan
ISTANADOMINO.NET__Sore itu kau bertemu seorang nenek dijalanan, Berjalan oeng dengan sepeda tuanya kau berhenti motormu dan menegur nenek yang penuh keriput itu, kau mendapati nenek itu tak sesehat yang kau harap '' Mbah, boleh saya bantu bawakan barang-barang Mbah?'' kau menawarkan bantuan kau tidak tega melihat nenek itu bersusah payah sendiria di usia senjanya,Kau ingat nenekmu di rumah kau tak mungkin tega meninggalkannya meneruskan beban sendirian.
Nenek itu tersenyum setengah tertawa mendengar pertolonganmu
'' Ndak usah,Mas simbah nanti ngerepotin sampeyan.'' Tentu saja kau mengelak kau sama sekali tak merasa keberatan lalu memindahkan sebagian besar barang nenek itu ke motormu setelah mendapat persetujuan.
Kalian berdua berbincang selama perjalanan Rumah nenek itu tak begitu jauh dari tempatmu mulai menolong. Lalu sampailah kalian didepan gubug sederhana yang di depannya ada beberapa hasil anyaman serta kandang ayam '' Makasih ya Mas, Sampeyan sudah bantu Simbah duduk dulu sini maaf rumah si Mbah kayak AGEN DOMINO kadang ayam,'' Nenek itu tertawa. Menertawakan nasibnya tanpa terselip kesedihan atau rasa kecewa dengan keadaan yang kau lihat dari nenek itu hanya keikhlasan dan usaha untuk bisa bertahan hidup dengan bahagia dan rasa syukur.
'' Sampeyan suka kopi ndak, Mas? Cucu Simbah yang sepantaran sampeyan doyan banget minum kopi''. '' suka mbah''
Tidak jauh dari tempatmu duduk kau mendengar suara cangkir dan sendok beradu, Nenek sedang menyiapkan suguhan untukmu.
Tak lama kemudian secangkir kopi dan sepiring tahu isi tersaji di hadapanmu '' Wah saya malah jadi ngerepoti,'' kau merasa tak enak hati sebab nenek tersebut malah memperlakukanmu seperti tamu.
Kalian berdua pun mulai bercengkrama nenek itu adalah pribadi yang menyenangkan usia tak menghalanginya untuk tetap riang AGEN POKER saat mengobrol dengamu yang sebaya dengan cucunya. Kau jadi rindu pada Nenekmu dirumah, Lalu memikirkan nenekmu sedang apa sekarang.
Nenek ini tinggal sendirian sehari-hari ngider anyaman dari bambu yang dibuat dengan tangan rentannya sendirian, Penghasilan yang didapatkan sehari-hari juga tak seberapa hanyacukup untuk menyambung hidup agar bisa beraktivitas keesokan harinya.
Nenek yang hidup sederhana dan serba kekurangan sedari tadi sama sekali tidak mengeluarkan keluhan yang menyalahkan Tuhan atas takdir yang dihadapi padahal awalnya kau mengira nenek itu baru saja mengajarkanmu untuk tak melulu menyalahkan keadaan Syukuri saja apa yang ada Dan hidupmu yang sudah Tuhan ciptakan sedemikian rupa supaya kita lebih menghargai sekecil apapun nikmat yang telah diberikan kepada kita.



No comments